You are here
Home > Arsip Berita > KPU KABUPATEN MEMPAWAH MENGGALANG KERJASAMA DENGAN STAIM DALAM RANGKA MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH

KPU KABUPATEN MEMPAWAH MENGGALANG KERJASAMA DENGAN STAIM DALAM RANGKA MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH

TRIBUN, MEMPAWAH – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mempawah berkerjasama dengan Perguruan Tinggi Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah (STAIM) dalam program mendorong partisipasi masyarakat dalam memilih dengan mendeteksi penyebab enggannya masyarakat tidak memilih atau golput. Kerjasama yang disebut riset ini dilaksanakan secara simbolis di KPU Kabupaten Mempawah, Selasa (23/6).

Untuk riset itu sendiri, STAIM akan mempersiapkan sebanyak 20 sampai 30 mahasiswanya dari semua jurusan di semester 6, menjadi tim dalam melaksanakan riset disemua lapisan masyarakat selama kurang lebih sebulan. Para mahasiswa akan turun ke lapangan untuk mendata seluruh masyarakat dengan sistem quisioner.

Ketua KPU Kabupaten Mempawah, Kusnandi mengatakan kalau program itu memang sudah ada di KPU sebagai upaya untuk mendorong dan mencapai target dari pusat dalam pelaksanaan pemilihan umum periode kali ini. Sebab, trend dari dua periode pemilihan tahun sebelumnya 2009 dan 2014 partisipasi pemilihan umum cenderung mengalami kenaikan.

“program ini dimaksudkan, guna mendorong partisipasi dari masyarakat yang masih kurang peduli terhadap pelaksanaan pemilihan umum. Walaupun trend nya sudah mengalami kenaikan namun kita berusaha mendorong sisanya ini”, ujarnya, saat melakukan MoU bersama Ketua STAIM, Nabire bersama Dosen STAIM, El-Mansyah Al-Haramian.

Kebetulan, sambungnya, STAIM bersedia menggalang kerjasama dalam melaksanakan riset kepada masyarakat ini. Guna mengetahui seluruh penyebab ketidak tertarikan masyarakat untuk berpartisipasi untuk menyalurkan suaranya dalam pemilihan umum. Pdahala moment pemilu itu sangat penting untuk menentukan pemimpin dan wakil masyarakat itu sendiri.

“Nantinya, hasil dari pelaksanaan riset itu disampaikan ke KPU Pusat sehingga nanti menjadi rekomendasi nasional dan menghasilkan regulasi yang dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan pemilu kedepan”, ungkapnya.

Kusnandi mengungkapkan segala hasil dalam riset yang dilakukan para mahasiswa itu akan dijadikan sebagai kajian kedepannya. Sehingga dapat menjadi pemicu masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pemilu selanjutnya.

“pencapaian kita dalam prosentase tahun 2014 kemarin pada pemilu DPRD, DPD, 76 persen. Angka itu sudah melebihi target nasional dari 75 persen. Namun dari program riset ini kita masih ingin terus mendorong dan bisa memetakan dari sisi pencapaian, untuk didorong menjadi kesadaran masyarakat dalam memilih,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua STAIM, Naberi mengatakan pelaksanaan riset yang dilakukan pihaknya itu, sebagai kerjasama dengan KPU, untuk menggali potensi mahasiswanya dan menangkap peluang yang diberikan oleh KPU Kabupaten Mempawah.

“Yang jelas kita ingin menjalin kerjasama dengan semua instansi yang berguna untuk masyarakat kita sendiri,” ujarnya.

Seluruh mahasiswa yang tergabung dalam pelaksanaan riset itu disebut sebagai surveiyer. Sebelumnya juga akan mendapat pembinaan terlebih dahulu. “Kita ingin melaksanakan riset ini semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Untuk pelaksanaan riset, applikasinya pendataan dilakukan hanya melalui sampel di masyarakat. Daerah yang diambil adalah di Kecamatan Mempawah Hilir dengan kondisi homogen. Dimana seluruh tingkatan masyarakat ada disini.

Tokoh masyarakat Kabupaten Mempawah, H Amrullah mengatakan sosialisasi terhadap masyarakat perlu dilakukan dalam pelaksanaan pemilu itu perlu dilakukan. Dan sebaiknya dilakukan ke seluruh masyarakat hingga daerah pedalaman. Paling penting masyarakat tidak dikecewakan.

“artinya, masyarakat kadang ada yang sudah sadar pentingnya berpartisipasi dalam pelaksanaan pemilu. Namun hasilnya mereka kecewa terhadap calon yang kadang tidak sesuai dengan visi dan misi awal saat kampanye,” ujarnya.

Ia mengharapkan terhadapa pemilu itu sendiri, calon perlu sadar dan bisa menjadi calon berkualitas, benar – benar mengabdi terhadapa perkembangan daerah, masyarakat dan mampu menjadi wakil masyarakat.

“jika hal itu dapat terealisasi, diyakini masyarakat akan sadar dan siap mendukung pelaksanaan pemilu. Karena banyak harapan yang mereka gantungkan dalam menentukan calonnya untuk memimpin daerah dan menjadi wakil masyarakat yang amanah dan baik,” tukasnya.

Sumber : Tribun Pontianak

Tinggalkan Balasan

Top